banner 325x300

Bupati Bombana Dorong Lahirnya Kader Kemanusiaan Lewat DIKLATSARGAB PMR 2026

Unknown's avatar
Bupati Bombana Dorong Lahirnya Kader Kemanusiaan Lewat DIKLATSARGAB PMR 2026

BAMBAEA, BeraniNews.com – Upaya membentuk generasi muda yang berjiwa kemanusiaan, peduli terhadap sesama, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat terus diperkuat di Kabupaten Bombana. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Dasar Gabungan (DIKLATSARGAB) Palang Merah Remaja (PMR) Unit Mula, Madya, dan Wira Tahun 2026 yang resmi dibuka oleh Bupati Bombana di Lapangan Merdeka, Kelurahan Bambaea, Kecamatan Poleang Timur, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang digelar PMI Kabupaten Bombana bekerja sama dengan PMI Kecamatan Poleang Timur dan Pemerintah Kecamatan Poleang Timur itu menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus penguatan kapasitas pelajar agar memiliki kepedulian sosial, keterampilan kepalangmerahan, serta semangat kerelawanan.

Ratusan peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Bombana mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., didampingi oleh Ketua PMI Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., jajaran pengurus PMI, sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Bombana, unsur Forkopimda wilayah Poleang dan pemekaran, Ketua PMI Kecamatan Poleang Timur, para lurah dan kepala desa, pengurus TP PKK, kepala sekolah, pembina PMR, Korps Sukarela (KSR), relawan PMI, serta para pendamping peserta.

Bupati bombana, DIKLATSARGAB PMR Bombana 2026,

Dalam laporan panitia dijelaskan, DIKLATSARGAB merupakan bagian dari pembinaan generasi muda melalui pendidikan kepalangmerahan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, keterampilan pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Melalui kegiatan tersebut, PMI berharap lahir kader-kader PMR yang berintegritas, memiliki jiwa sosial, serta mampu menjadi pelopor hidup sehat dan sahabat kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Ketua PMI Kecamatan Poleang Timur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana, PMI Kabupaten Bombana, Pemerintah Kecamatan Poleang Timur, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun generasi muda yang memiliki kepedulian sosial tinggi.

Bupati bombana, DIKLATSARGAB PMR Bombana 2026,

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., menegaskan bahwa Palang Merah Remaja merupakan salah satu kekuatan strategis PMI dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak usia dini.

READ  Gubernur Sultra Tegaskan Arah Pembangunan Di Upacara HUT Bombana ke-22

Menurutnya, melalui DIKLATSARGAB para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan teknis kepalangmerahan, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang memiliki karakter disiplin, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat kebersamaan, serta mengamalkan Tri Bakti PMR, yaitu meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional maupun internasional.

Sementara itu, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., memberikan apresiasi kepada PMI Kabupaten Bombana, PMI Kecamatan Poleang Timur, dan Pemerintah Kecamatan Poleang Timur yang terus berkomitmen membina generasi muda melalui kegiatan kepalangmerahan.

Bupati bombana, DIKLATSARGAB PMR Bombana 2026,

Menurut Bupati, PMR bukan hanya tempat mempelajari teknik pertolongan pertama, tetapi juga ruang pembentukan karakter yang menanamkan nilai kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap sesama.

“Generasi muda adalah aset bangsa. Melalui DIKLATSARGAB PMR ini saya berharap lahir kader-kader kemanusiaan yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta mampu menjadi pelopor hidup sehat dan siap membantu masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi bencana maupun keadaan darurat,” ujar Bupati Bombana.

Ia menambahkan bahwa keberadaan PMR memiliki peran penting dalam membentuk pelajar yang tanggap terhadap persoalan sosial dan memiliki semangat kerelawanan.

Menurutnya, tantangan kemanusiaan di masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan kemampuan memberikan pertolongan kepada sesama.

“Pendidikan karakter tidak hanya diperoleh di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan seperti DIKLATSARGAB ini. Saya berharap seluruh peserta mampu menyerap ilmu dan pengalaman selama pelatihan sehingga kelak menjadi pelopor kemanusiaan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ungkap Bupati Bombana.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung keberadaan PMI beserta relawan dan kader PMR dalam menjalankan berbagai misi kemanusiaan di Kabupaten Bombana. Menurutnya, sinergi pemerintah, PMI, sekolah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat dan bencana.

READ  Kesenjangan Pembangunan di Kepulauan Kabaena: Sebuah Realita Diskriminasi?

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris PMI Kabupaten Bombana, Ridwan, S.H., mengatakan DIKLATSARGAB menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara PMI, pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya kemanusiaan di Bombana.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti seluruh materi pelatihan dengan baik sehingga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyambutan Bupati Bombana dan Ketua PMI Kabupaten Bombana, dilanjutkan laporan panitia, penghormatan kepada pembina upacara, pembacaan doa, pembacaan Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional serta Tri Bakti PMR, penyematan atribut peserta secara simbolis, hingga pembukaan resmi kegiatan.

Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi kepalangmerahan, pertolongan pertama, evakuasi korban, kesiapsiagaan bencana, sanitasi dan kesehatan, kepemimpinan, komunikasi, penguatan karakter, hingga simulasi penanganan keadaan darurat yang dipandu instruktur PMI Kabupaten Bombana, KSR, dan relawan berpengalaman.

Usai membuka kegiatan, Bupati Bombana bersama Ketua PMI Kabupaten Bombana, jajaran pengurus PMI, dan para tamu undangan meninjau bumi perkemahan serta menyapa peserta dan para pembina yang mengikuti DIKLATSARGAB.

Melalui kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Bombana berharap lahir generasi muda yang memiliki semangat kemanusiaan, keterampilan kepalangmerahan yang memadai, serta komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat sesuai prinsip-prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. (Red)

banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300