RENCANA BESAR BUPATI BOMBANA UNTUK NELAYAN TERUNGKAP DI PERESMIAN KANTOR BARU DINAS PERIKANAN

Unknown's avatar
RENCANA BESAR BUPATI BOMBANA UNTUK NELAYAN TERUNGKAP DI PERESMIAN KANTOR BARU DINAS PERIKANAN

Rumbia, BeraniNews – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, mengungkap rencana besar pembangunan industri pengolahan ikan saat meresmikan kantor baru Dinas Perikanan, Senin (20/4/2026). Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sektor perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan nelayan.

Langkah ini dinilai strategis mengingat potensi perikanan Bombana yang cukup besar dan telah menembus pasar ekspor, namun belum memberikan nilai tambah optimal bagi daerah.

“Kita harus berpikir bersama bagaimana menghadirkan industri pengolahan perikanan, agar nilai tambah dari sektor ini bisa dinikmati oleh daerah dan masyarakat kita sendiri,” katanya.

Rencana pembangunan industri pengolahan ikan ini juga sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati Bombana, yakni “Bombana berdaya saing berbasis agrominapolitan.”

Konsep agrominapolitan menempatkan sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah, dengan menekankan integrasi antara produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

Dalam konteks ini, kehadiran industri pengolahan ikan menjadi bagian penting untuk memperkuat rantai nilai sektor perikanan, sehingga Bombana tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil, tetapi juga sebagai pusat pengolahan hasil laut yang berdaya saing.

RENCANA BESAR BUPATI BOMBANA UNTUK NELAYAN TERUNGKAP DI PERESMIAN KANTOR BARU DINAS PERIKANAN1
Bupati Bombana memberikan sambutan saat peresmian kantor baru Dinas Perikanan. (Sumber: Yani)

Dalam mewujudkan visi tersebut, peran Kepala Dinas Perikanan menjadi sangat krusial sebagai motor penggerak sektor teknis di lapangan. Kepala dinas bertanggung jawab menerjemahkan kebijakan strategis kepala daerah ke dalam program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat nelayan.

Tugas tersebut mencakup perencanaan program pengembangan perikanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nelayan, penguatan kelembagaan, hingga mendorong investasi di sektor pengolahan hasil laut.

Selain itu, Dinas Perikanan juga dituntut mampu membangun sinergi lintas sektor, memperkuat akses pasar, serta memastikan keberlanjutan ekosistem pesisir sebagai bagian dari pendekatan agrominapolitan.

Dengan peran tersebut, kepala dinas tidak hanya berfungsi sebagai administrator, tetapi juga sebagai akselerator pembangunan ekonomi berbasis perikanan di daerah.

READ  PEMKAB BOMBANA BUKA PROGRAM MUDIK GRATIS JELANG IDUL FITRI 1447H

Selama ini, hasil perikanan Bombana sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk mentah. Kondisi tersebut membuat peluang peningkatan ekonomi daerah belum maksimal.

Dengan kehadiran industri pengolahan ikan, pemerintah daerah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada pola distribusi lama sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Industri ini juga diyakini mampu menjadi solusi terhadap ketergantungan nelayan pada musim tangkap serta meminimalkan potensi hasil laut yang tidak terserap pasar.

Lebih dari 50 persen wilayah Bombana merupakan kawasan pesisir, dengan mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan. Karena itu, sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Bupati menegaskan bahwa kesejahteraan nelayan menjadi indikator utama keberhasilan pembangunan.

“Kalau nelayan kita sudah mampu hidup sejahtera, bahagia, dan tenang, maka itu adalah keberhasilan kita bersama. Tantangan ini berada di tangan saudara-saudara di Dinas Perikanan,” ungkapnya.

Selain meningkatkan pendapatan, industri pengolahan ikan juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta memperkuat rantai ekonomi berbasis pesisir.

RENCANA BESAR BUPATI BOMBANA UNTUK NELAYAN TERUNGKAP DI PERESMIAN KANTOR BARU DINAS PERIKANAN 2
Foto bersama usai peresmian kantor baru Dinas Perikanan Kab. Bombana. (Sumber: Yani)

Peresmian kantor baru Dinas Perikanan menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik di sektor perikanan.

“Peresmian gedung baru ini merupakan hal penting bagi perjalanan birokrasi kita. Ini bukan sekadar perpindahan tempat kerja, melainkan wujud komitmen kita untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih profesional kepada masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan agar mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan.

“Pelayanan harus lebih dimaksimalkan, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor perikanan dan mendorong peningkatan nilai ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, diperlukan sinergi antara berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Diperlukan kolaborasi antar dinas dan instansi terkait untuk menghadirkan industri pengolahan ikan di Kabupaten Bombana,” pungkasnya.

Langkah ini menandai arah baru pembangunan Bombana, dari daerah penghasil bahan mentah menuju kawasan berbasis industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat, khususnya nelayan. (Red)

banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300