banner 325x300

Jumat Berkah: H. Burhanuddin dan Hj. Fatmawati Berbagi Kebahagiaan di Tapuahi

Unknown's avatar
Empati H. Burhanuddin dan Hj. Fatmawati di Tapuahi

Rumbia Tengah, BeraniNews.com — Langkah pelan itu memasuki halaman sebuah rumah sederhana di Desa Tapuahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Jumat (22/5/2026). Tak ada kemewahan di sana. Hanya sebuah kios kecil berdinding seng yang mulai usang dimakan usia, berdiri seadanya di sudut halaman, menjadi saksi perjuangan hidup seorang kepala keluarga yang terus bertahan di tengah keterbatasan.

Di tempat sederhana itulah, seorang lelaki bernama La Budi duduk dengan wajah tegar. Meski penglihatannya perlahan memudar hingga nyaris tak mampu melihat lagi, semangatnya untuk bertahan hidup demi keluarga tak pernah benar-benar padam.

Di kios renta itu pula, haru pecah.

Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama sang istri, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, datang bukan sekadar membawa bantuan. Kehadiran mereka menghadirkan perhatian, harapan, sekaligus sentuhan kemanusiaan yang hangat bagi keluarga kecil tersebut.

La Budi diketahui mengalami gangguan penglihatan yang membuatnya kesulitan mencari nafkah. Hari-harinya kini lebih banyak dihabiskan dalam keterbatasan, ditemani kecemasan tentang bagaimana memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Jumat Berkah, H. Burhanuddin, Hj. Fatmawati,

Saat duduk berbincang bersama La Budi, suasana terasa begitu emosional. Sesekali lelaki itu tersenyum kecil, lalu menundukkan kepala sambil menahan air mata yang nyaris jatuh.

Tak lama kemudian, istri La Budi datang dari belakang rumah. Ia tampak terkejut melihat suaminya dikelilingi banyak orang. Namun ketika mengetahui tamu yang datang adalah Bupati Bombana bersama Ketua TP PKK Bombana, ekspresinya langsung berubah.

Perempuan sederhana itu spontan menutup mulutnya, lalu histeris kecil menahan rasa haru dan bahagia. Ia tak menyangka orang nomor satu di Kabupaten Bombana itu bersedia datang langsung ke kios kecil milik keluarganya.

Suasana mendadak menjadi penuh haru. Hj. Fatmawati beberapa kali terlihat menggenggam tangan istri La Budi, mencoba menenangkan sekaligus menguatkannya.

Di tengah perbincangan hangat itu, H. Burhanuddin bersama Hj. Fatmawati kemudian menyerahkan bantuan sebagai tambahan modal usaha agar La Budi tetap memiliki harapan dan semangat menjalani hidup meski diterpa cobaan.

“Kadang yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan, tetapi hadirnya orang yang mau mendengar dan peduli terhadap kesulitan mereka,” ujar H. Burhanuddin dengan nada lembut.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya hadir melalui pembangunan fisik semata, tetapi juga harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan masyarakat kecil.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi cobaan hidup. InsyaAllah, selama kami masih diberi kesehatan dan kemampuan, kami akan terus hadir membantu warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Dengan suara bergetar, La Budi mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan dikunjungi langsung oleh Bupati Bombana bersama sang istri.

“Saya ini cuma orang kecil. Saya pikir sudah tidak ada lagi yang peduli dengan keadaan saya. Tapi hari ini saya merasa sangat diperhatikan. Terima kasih banyak kepada Bapak dan Ibu,” ucap La Budi sambil menahan tangis.

Usai dari rumah La Budi, perjalanan dilanjutkan menuju rumah seorang remaja bernama Bayu yang masih berada di Desa Tapuahi.

READ  KONI Bombana Gelar Musorkablub, Iskandar Mundur Demi Persatuan: H. Burhanuddin Resmi Pimpin Olahraga Bombana

Di sebuah rumah sederhana dekat kawasan pesisir, Bayu terlihat duduk di atas bale-bale bambu. Remaja yang mengalami kelumpuhan sejak lahir itu tampak tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya ketika sebuah kursi roda diturunkan dari mobil dan dibawa tepat ke hadapannya.

Tatapan matanya perlahan berubah. Ada haru, ada bahagia, sekaligus rasa tak percaya bahwa harapan kecil yang pernah ia sampaikan akhirnya benar-benar menjadi kenyataan.

Hari itu menjadi jawaban atas doa yang lama tersimpan di dalam hati Bayu.

Jumat Berkah, H. Burhanuddin, Hj. Fatmawati,

Kisah Bayu bermula pada pertengahan April 2026 lalu. Saat itu, Hj. Fatmawati Kasim Marewa bersama keluarga sedang membagikan nasi kotak gratis kepada warga dalam kegiatan rutin Jumat Berkah.

Di tengah pembagian makanan itu, Bayu muncul dari pintu rumah dengan kondisi tubuh lemah. Dengan polos dan penuh harap, ia menyampaikan keinginannya untuk bisa berjalan-jalan keluar rumah menggunakan kursi roda.

Permintaan sederhana itu ternyata membekas begitu dalam di hati Hj. Fatmawati. Dengan mata berkaca-kaca kala itu, ia berjanji akan membantu mewujudkan harapan Bayu.

“Hari itu saya benar-benar tersentuh. Bayu tidak meminta sesuatu yang mewah. Dia hanya ingin bisa keluar rumah dan melihat dunia luar menggunakan kursi roda,” tutur Hj. Fatmawati.

“Saya bilang sama Bayu, doakan saya sehat supaya saya bisa kembali bawakan kursi roda. Alhamdulillah, hari ini Allah izinkan kami menepati janji itu,” lanjutnya lirih.

Ibu Bayu pun tak kuasa menahan tangis bahagia saat melihat anaknya akhirnya memiliki kursi roda.

Menurutnya, selama ini Bayu lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah karena keterbatasan ekonomi keluarga yang belum mampu membeli kursi roda.

“Saya sangat bahagia sekali. Terimakasih pak Bupati dan Ibu Bupati. Semoga Allah membalas semua kebaikan mereka,” ucapnya dengan suara bergetar.

Sementara itu, Bayu terus tersenyum dengan mata berkaca-kaca saat mencoba kursi roda barunya. Wajahnya memancarkan kebahagiaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

READ  Galeri Produk Kreatif Bombana Segera Hadir, Dorong UMKM Lokal Tampil di Etalase Daerah

Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda sosial biasa. Di balik bantuan yang diberikan, tersimpan pesan kuat tentang arti kepedulian, empati, dan pentingnya hadir untuk sesama manusia yang sedang berada dalam kesulitan.

Bantuan yang diberikan kepada La Budi dan Bayu diketahui berasal dari dana pribadi H. Burhanuddin bersama sang istri. Bukan karena berlebihnya harta yang dimiliki, melainkan lahir dari rasa empati dan kepedulian terhadap sesama manusia yang tengah menghadapi cobaan hidup.

Sebab pada akhirnya, kemanusiaan bukan tentang seberapa banyak yang dimiliki seseorang, melainkan tentang seberapa besar hati yang tergerak untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan keras, masih ada tangan yang memilih mengetuk pintu rumah warga kecil, mendengar keluh kesah mereka, lalu datang membawa harapan. (Red)

banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300
banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300banner 325x300