RUMBIA, BeraniNews – Pesona Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, tak hanya dapat dinikmati dari hamparan daratan. Dari ketinggian, bentang alam Bombana menghadirkan perspektif berbeda yang tak kalah memukau. Potensi itulah yang mulai diperkenalkan melalui paralayang di kawasan Bukit Langkapa.
Penerbangan perdana paralayang di Bukit Langkapa berlangsung pada 30 Juli 2026. Aksi tersebut dilakukan oleh Tim Paralayang Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Sultra dan menjadi momentum awal untuk memperkenalkan wisata petualangan sekaligus olahraga dirgantara di Kabupaten Bombana.
Kehadiran paralayang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Jika selama ini keindahan Bombana dinikmati dari daratan, aktivitas paralayang memungkinkan panorama tersebut disaksikan dari udara, dengan hamparan perbukitan, pepohonan, permukiman hingga bentang lahan yang membentuk lanskap khas daerah.

Menariknya, penerbangan perdana di Bukit Langkapa melibatkan pasangan bapak dan anak asal Kabupaten Kolaka yang tergabung dalam komunitas GenPI Sultra.
Keduanya turut mengambil bagian dalam langkah awal pengenalan wisata paralayang di Bombana. Kehadiran komunitas tersebut sekaligus menunjukkan peluang kolaborasi antara komunitas olahraga, pelaku pariwisata dan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis alam.
Bukit Langkapa menjadi salah satu kawasan yang mulai mendapat perhatian karena karakter perbukitannya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai lokasi wisata petualangan.
Dari udara, lanskap kawasan terlihat lebih luas. Perpaduan antara perbukitan, pepohonan, permukiman dan hamparan lahan memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi siapa saja yang ingin menikmati Bombana dari sudut pandang baru.

Potensi tersebut menjadikan paralayang Bombana tidak hanya menarik dari sisi olahraga dan adrenalin, tetapi juga berpeluang menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata berbasis pengalaman.
Potensi wisata paralayang di Bombana juga tidak berhenti di Bukit Langkapa.
Kawasan Bukit Puncak Harapan di Kelurahan Puulemo, Kecamatan Poleang Timur, menjadi salah satu lokasi lain yang memiliki panorama perbukitan menarik.
Dari kawasan tersebut, wisatawan dapat menikmati bentangan alam hijau sekaligus panorama laut yang mengarah ke Pulau Kabaena.
Kondisi geografis tersebut membuka peluang bagi pengembangan wisata petualangan dengan konsep yang memadukan panorama alam dan aktivitas luar ruang.
Paralayang menjadi salah satu pilihan yang dapat dikembangkan secara bertahap, tentunya dengan memperhatikan karakteristik lokasi, kondisi cuaca, aspek keselamatan serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Dengan sejumlah kawasan perbukitan yang memiliki karakter lanskap berbeda, Bombana memiliki ruang untuk memperkaya pilihan destinasi wisata alam dan petualangan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bombana, A. Astri As”ad, mengatakan pengenalan paralayang merupakan bagian dari upaya memperluas pilihan destinasi wisata di daerah.
“Penerbangan perdana di Bukit Langkapa ini menjadi langkah awal mengembangkan wisata petualangan di Bombana. Ke depan, potensi perbukitan ini akan kami kembangkan bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan keterlibatan masyarakat,” ujar Astri.
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata tidak semata-mata berorientasi pada keindahan sebuah lokasi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana potensi tersebut dapat menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan.
Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pengembangan wisata berbasis alam. Keindahan lokasi perlu berjalan beriringan dengan pengelolaan destinasi, kesiapan masyarakat, keamanan pengunjung serta keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, pengembangan paralayang Bombana membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, komunitas olahraga dan pariwisata, pelaku usaha hingga masyarakat setempat.
Sebagai olahraga sekaligus aktivitas wisata petualangan, paralayang membutuhkan pengelolaan yang cermat.
Kondisi lokasi, cuaca, kelayakan peralatan, kemampuan penerbang dan prosedur keselamatan menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan sebelum aktivitas penerbangan dikembangkan sebagai atraksi wisata.

Pengembangan secara bertahap juga memberikan ruang bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk pemetaan lokasi, aksesibilitas, fasilitas wisata serta edukasi kepada masyarakat.
Dengan pengelolaan yang tepat, aktivitas paralayang berpotensi memberikan warna baru bagi sektor pariwisata Bombana.
Wisatawan nantinya tidak hanya dapat menikmati panorama alam dari daratan, tetapi juga merasakan sensasi melihat bentang Bombana dari ketinggian.
Penerbangan perdana Tim Paralayang GenPI Sultra di Bukit Langkapa pada 30 Juli 2026 lalu menjadi sebuah langkah awal dalam memperkenalkan potensi wisata petualangan di Kabupaten Bombana.
Bukit Langkapa dan Puncak Harapan memperlihatkan bahwa potensi wisata Bombana dapat dikembangkan melalui beragam pendekatan. Tidak hanya wisata alam konvensional, tetapi juga wisata berbasis pengalaman yang menggabungkan panorama, aktivitas luar ruang dan olahraga petualangan.
Bagi wisatawan yang menyukai alam dan pengalaman berbeda, paralayang Bombana menawarkan sudut pandang baru untuk mengenal daerah ini.
Dari ketinggian Bukit Langkapa, perbukitan, pepohonan, permukiman dan bentang alam Bombana tersaji dalam satu panorama.
Momentum tersebut menjadi pintu masuk untuk mengenalkan lebih luas potensi wisata berbasis perbukitan di Bombana.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas, pelaku usaha dan masyarakat, pengembangan wisata paralayang diharapkan dapat berjalan secara bertahap dan berkelanjutan.
Paralayang Bombana pun membuka cerita baru: menikmati pesona Bombana bukan hanya dari daratan, tetapi juga dari ketinggian. (Adv)






















