Kendari, BeraniNews.com – Dominasi politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Bombana kian menguat dan mulai mengguncang peta persaingan antarpartai di Sulawesi Tenggara. Dalam beberapa tahun terakhir, laju elektoral partai ini menunjukkan tren signifikan, memaksa partai-partai rival untuk mulai menghitung ulang kekuatan mereka di daerah.
Perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. Pada Pemilu 2014, PKB Bombana bahkan belum memiliki satu kursi pun di DPRD. Namun dalam kurun waktu satu dekade, situasinya berbalik drastis. Pada Pemilu 2019, PKB mulai menancapkan pengaruh dengan meraih tiga kursi legislatif dan menduduki posisi Wakil Ketua DPRD.
Tren positif itu berlanjut pada Pemilu 2024. PKB sukses meningkatkan perolehan menjadi empat kursi sekaligus mengamankan posisi Ketua DPRD Bombana. Tak hanya itu, dalam kontestasi Pilkada, kader partai juga berhasil memenangkan pertarungan dan kini menjabat sebagai Bupati Bombana. Kombinasi kekuatan legislatif dan eksekutif ini menjadikan PKB sebagai kekuatan dominan yang sulit ditandingi di tingkat lokal.
Kondisi tersebut mulai menggeser konfigurasi politik yang selama ini terbentuk. Partai-partai lain kini tidak lagi berhadapan dengan kekuatan yang setara, melainkan dengan dominasi yang berpotensi mempersempit ruang kompetisi. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin PKB akan memperluas pengaruhnya ke wilayah lain di Sulawesi Tenggara.

Momentum penguatan itu juga terlihat dalam pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Bombana tahun 2026 yang digelar di salahsatu hotel bintang V di Kendari, Minggu (20/04/2026). Agenda ini menjadi bagian dari konsolidasi besar partai dalam memperkuat struktur sekaligus menjaga tren kemenangan politik yang telah diraih.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya mempertegas bobot strategis agenda ini. Di antaranya, Wakil Ketua DPP PKB sekaligus anggota DPR RI, Jazilul Fawaid, Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara yang juga anggota DPR RI Komisi IV, Jaelani, serta Wakil Gubernur Sultra Hugua dan Wakil Wali Kota Kendari Sudirman. Kehadiran para elite ini dinilai sebagai sinyal kuat atas meningkatnya posisi strategis Bombana dalam peta politik PKB.
Dalam sambutannya, Jazilul menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan mandat langsung dari Dewan Pimpinan Pusat.
“Ini bukan agenda biasa. Saya datang ke sini karena diperintahkan langsung oleh DPP, khusus untuk Bombana,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperkuat indikasi bahwa Bombana kini tidak lagi dipandang sebagai basis biasa, melainkan sebagai titik penting dalam konsolidasi kekuatan partai ke depan. Bagi partai rival, sinyal ini tentu menjadi peringatan bahwa persaingan politik di daerah akan semakin ketat.

Di tengah dinamika tersebut, partai-partai lain dituntut untuk segera melakukan konsolidasi dan merumuskan strategi baru agar tidak semakin tertinggal. Sebab, kebangkitan PKB di Bombana kini bukan hanya soal keberhasilan internal, tetapi telah menjadi faktor penentu yang berpotensi mengubah arah persaingan politik di Sulawesi Tenggara. (Red)























