Rumbia, BeraniNews.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana mematangkan strategi pengembangan OVOP (One Village One Product) dan penguatan BUMDes dalam rapat internal yang digelar di Aula DPMD Bombana, Rabu (25/2/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMD Kabupaten Bombana, Hamlin, S.Pd., M.Si, tersebut diikuti oleh seluruh jajaran staf sebagai bagian dari upaya menyelaraskan program kerja dinas di awal tahun sekaligus mengawali aktivitas kerja pada bulan Ramadhan.
Pertemuan internal ini tidak sekadar menjadi forum koordinasi rutin, tetapi juga dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan pembahasan strategis terhadap berbagai program pemberdayaan desa yang menjadi prioritas pemerintah daerah.
Dalam rapat tersebut, setiap bidang diminta memaparkan rencana kerja dan melakukan pembahasan melalui matriks rasionalisasi anggaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap program yang dijalankan dapat berjalan efektif, terarah, serta memiliki dampak nyata bagi pembangunan desa.

Beberapa agenda penting yang turut dibahas antara lain percepatan regulasi desa seperti penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades), serta mekanisme pergantian antar waktu (PAW) kepala desa.
Selain itu, rapat juga membahas penguatan program pemberdayaan masyarakat desa melalui pengembangan ekonomi lokal serta peningkatan kapasitas kelembagaan ekonomi desa.
Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut adalah strategi pengembangan OVOP (One Village One Product) atau satu desa satu produk unggulan.
Program ini merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bombana di bawah kepemimpinan Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, yang bertujuan mendorong setiap desa mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal secara optimal.
Melalui program OVOP, pemerintah desa didorong untuk mengidentifikasi serta memetakan potensi produk unggulan yang dimiliki masing-masing wilayah.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu desa mengembangkan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Plt. Kepala DPMD Bombana, Hamlin, S.Pd., M.Si, menjelaskan bahwa identifikasi dan pemetaan potensi desa menjadi langkah awal yang penting dalam mendorong keberhasilan program OVOP.
Ia menegaskan bahwa setiap desa memiliki potensi yang berbeda sehingga perlu dilakukan pemetaan yang tepat agar pengembangan produk unggulan dapat berjalan lebih terarah.
“Melalui program OVOP, kami mendorong setiap desa di Bombana untuk mampu mengidentifikasi dan memetakan potensi unggulan yang dimiliki. Dengan begitu, desa dapat fokus mengembangkan produk yang benar-benar menjadi kekuatan lokal dan memiliki nilai ekonomi,” ujar Hamlin.
Menurutnya, pengembangan produk unggulan desa tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan serta peluang pemasaran produk.
Dengan pendekatan yang terencana, produk unggulan desa diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain pengembangan OVOP, rapat internal tersebut juga menyoroti pentingnya penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu instrumen utama dalam pengembangan ekonomi desa.
BUMDes dinilai memiliki peran strategis dalam mengelola berbagai potensi usaha yang ada di desa serta menjadi penggerak kegiatan ekonomi masyarakat.
Hamlin menyampaikan bahwa DPMD Bombana akan terus melakukan pendampingan terhadap BUMDes, khususnya dalam hal penguatan kelembagaan dan pengembangan unit usaha yang dikelola oleh desa.
“BUMDes harus menjadi penggerak ekonomi desa. Tidak boleh hanya ada di atas kertas. Kita dorong agar setiap desa memiliki unit usaha yang jelas, legalitas yang kuat, dan manajemen yang profesional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan BUMDes diharapkan tidak hanya menjadi lembaga formal semata, tetapi benar-benar mampu berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi desa.
Melalui pengelolaan usaha yang baik dan profesional, BUMDes diharapkan mampu membuka peluang usaha baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Selain membahas program pemberdayaan ekonomi desa, rapat internal tersebut juga menekankan pentingnya kedisiplinan kerja aparatur serta penguatan nilai-nilai Wawasan Wiyatamandala dalam lingkungan kerja DPMD Bombana.
Hal tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pemerintah desa maupun masyarakat.
Melalui rapat internal ini, DPMD Bombana menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pendampingan terhadap desa dalam berbagai aspek, baik administrasi pemerintahan maupun pengembangan ekonomi masyarakat.
Dengan semangat akuntabilitas dan profesionalisme, DPMD Bombana berkomitmen memberikan pendampingan terbaik demi mendorong kemajuan desa-desa di Kabupaten Bombana. (Red)

































































































































