KENDARI, BeraniNews.com – Program Bedah Rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi harapan baru bagi ribuan warga Sulawesi Tenggara yang selama ini masih menempati rumah tidak layak huni. Sebanyak 10.000 unit Program Bedah Rumah (BSPS) untuk warga Sultra dialokasikan untuk periode 2025–2026 dan saat ini mulai berproses di berbagai daerah.
Program yang tersebar di 17 kabupaten dan kota tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan bantuan untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal mereka agar lebih aman, sehat, dan layak dihuni.
Bagi banyak keluarga, program ini bukan sekadar bantuan pembangunan rumah. Kehadirannya menjadi peluang untuk memiliki hunian yang lebih baik setelah bertahun-tahun tinggal di rumah dengan kondisi yang memprihatinkan.
Saat ini proses pelaksanaan program terus berjalan di sejumlah daerah. Pendamping lapangan bersama tim teknis mulai melakukan percepatan agar bantuan dapat segera dirasakan masyarakat penerima manfaat.
Di tengah harapan ribuan warga penerima manfaat, muncul pula pertanyaan mengenai asal-usul kuota Program Bedah Rumah (BSPS) yang diterima Sulawesi Tenggara. Penjelasan ini dinilai penting agar masyarakat mengetahui bagaimana daerah tersebut memperoleh alokasi bantuan perumahan yang mencapai 10.000 unit.
Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, La Ode Murfain, S.Pi., menjelaskan bahwa mayoritas kuota Program Bedah Rumah (BSPS) yang saat ini berjalan di Sulawesi Tenggara berasal dari perjuangan jalur aspirasi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, perlu ada pelurusan informasi yang berkembang agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai sumber bantuan tersebut.
“Dari total 10.000 unit yang ada saat ini, sebagian besar merupakan hasil perjuangan aspirasi anggota DPR RI, H. Ridwan Bae yang mengawal langsung program perumahan di tingkat pusat,” ujarnya kepada awak media, Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, sekitar 6.300 unit rumah berasal dari kuota aspirasi yang diperjuangkan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ir. H. Ridwan Bae.
Sementara itu, sekitar 3.000 unit lainnya merupakan kuota yang diperjuangkan anggota Komisi V DPR RI, H. Ahmad Syafei. Sejumlah anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara lainnya juga disebut turut berkontribusi dalam mengawal program bantuan perumahan tersebut.
Di luar jalur aspirasi parlemen, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara turut menambah kuota bantuan melalui jalur reguler kementerian. Hasil koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah pusat menghasilkan tambahan sekitar 650 unit rumah.
Tambahan tersebut melengkapi total bantuan yang diterima Sulawesi Tenggara hingga mencapai sekitar 10.000 unit Program Bedah Rumah (BSPS).

Murfain menambahkan, perjuangan program bantuan perumahan untuk masyarakat Sulawesi Tenggara bukanlah hal yang baru dilakukan Ir. H. Ridwan Bae. Menurutnya, sejak terpilih menjadi anggota DPR RI, Ir. H. Ridwan Bae telah mengawal dan memperjuangkan puluhan ribu unit bantuan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di Bumi Anoa.
“Jika diakumulasi sejak menjadi anggota DPR RI, Bapak Ridwan Bae telah memperjuangkan kurang lebih 50 ribu unit bantuan BSPS atau program bedah rumah untuk masyarakat Sulawesi Tenggara,” ungkap Murfain.
Ia menjelaskan, puluhan ribu bantuan tersebut telah tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Program itu dinilai telah membantu banyak keluarga memperoleh hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat penerima manfaat.
Besarnya alokasi bantuan yang diterima saat ini menjadikan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu daerah dengan program bantuan perumahan yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat menikmati hunian yang layak. Selain meningkatkan kualitas tempat tinggal, program ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Bagi ribuan warga Sulawesi Tenggara, angka 10.000 unit bukan sekadar data statistik. Di balik program tersebut tersimpan harapan baru untuk hidup lebih nyaman, sehat, dan aman di rumah yang layak huni. (Red)




































































