Bombana, BeraniNews — Dari lahan yang sebelumnya tak tergarap, harapan kini tumbuh subur. Kabupaten Bombana kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional melalui panen tomat hasil kebun hortikultura Dinas Pertanian, yang digelar di areal Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Rumbia, Sabtu (3/1/2026).
Panen tersebut menjadi lebih bermakna karena dihadiri langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos. Kehadiran pimpinan daerah ini menegaskan bahwa sektor pertanian bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk kemandirian pangan.
Turut hadir Komisioner KPU Bombana, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana Sarif, SH, Sekretaris Dinas Harno, S.KM., M.Kes, para kepala bidang, pengurus TP PKK Kabupaten Bombana, serta ASN lingkup Dinas Pertanian.

Prosesi panen dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa bersama jajaran Dinas Pertanian. Satu per satu tomat segar dipetik, menjadi simbol keberhasilan pemanfaatan lahan produktif yang selama ini terabaikan.
Hasil panen tersebut tidak diperjualbelikan, melainkan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan guna membantu mengurangi beban biaya kebutuhan rumah tangga. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat solidaritas sosial di tengah tantangan ekonomi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, menegaskan bahwa panen tomat ini merupakan bukti konkret keberhasilan program kebun hortikultura OPD yang dijalankan secara konsisten.
“Ini bukan sekadar panen, tetapi bukti bahwa lahan tidur bisa diubah menjadi sumber pangan. Kami ingin memberi contoh nyata kepada masyarakat bahwa dengan pengelolaan yang tepat, lahan sekecil apa pun bisa menghasilkan,” ujar Sarif.
Ia menjelaskan bahwa program kebun hortikultura OPD merupakan bagian dari Program Agrominapolitan Hortikultura, yang menjadi salah satu prioritas dalam visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Bombana periode 2025–2030.

Program ini mewajibkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengelola minimal satu hektare lahan tidur untuk ditanami komoditas pertanian jangka pendek, seperti hortikultura, sebagai langkah strategis menekan inflasi daerah.
Sementara itu, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang pernah diterapkannya saat menjabat sebagai Penjabat Bupati Bombana pada 2022–2023 dan terbukti efektif.
“Ketahanan pangan adalah fondasi kemandirian daerah. Ketika pangan kuat, inflasi bisa ditekan dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Apa yang kita lakukan hari ini adalah investasi jangka panjang bagi wonua Bombana,” tegas Bupati.
Ia menambahkan, pemerintah daerah ingin menjadikan OPD sebagai contoh langsung bagi masyarakat dalam memanfaatkan lahan tidur secara produktif dan berkelanjutan.
“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas petani, tetapi tanggung jawab semua pihak,” pungkasnya.
Melalui panen tomat ini, Pemerintah Kabupaten Bombana kembali menegaskan arah kebijakan pembangunan yang berpihak pada penguatan sektor pertanian, pengendalian inflasi, dan kesejahteraan masyarakat. (Red)































































































































