Bombana, BeraniNews.com – Pada peringatan HUT RI ke-80, Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan kebijakan Car Free Day (CFD) di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah. Kebijakan ini diresmikan langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, pada Sabtu, 16 Agustus 2025, bertepatan dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti ratusan masyarakat.
Car Free Day akan diberlakukan rutin setiap hari Minggu mulai pagi hinhga siang hari. Selama pemberlakuan CFD, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk di area RTH 1 dan RTH 2, agar masyarakat bisa memanfaatkan ruang publik dengan bebas, aman, dan nyaman.
Kepada media ini, Bupati H. Burhanuddin menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan ruang publik yang lebih sehat bagi masyarakat Bombana. Selain untuk menekan tingkat polusi udara, CFD juga menjadi momentum mendorong warga beralih ke gaya hidup sehat dengan berolahraga, berjalan kaki, maupun bersepeda.
“Car Free Day bukan sekadar pembatasan kendaraan bermotor, tetapi menjadi sarana kita bersama untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Ruang publik kita harus menjadi tempat yang ramah, sehat, sekaligus mendukung interaksi sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah ingin menjadikan RTH sebagai pusat aktivitas masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa saling berinteraksi, berolahraga, sekaligus menikmati udara segar tanpa terganggu oleh asap kendaraan.
“Kita ingin masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Udara lebih bersih, suasana lebih nyaman, dan anak-anak bisa bermain bebas tanpa khawatir kendaraan lalu lalang. Ini langkah kecil, tapi memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kebersamaan kita,” tegas H. Burhanuddin.
Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku mendukung penuh langkah pemerintah tersebut. Menurutnya, CFD dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bombana.
“Kami sepakat dengan Car Free Day ini. Udara jadi lebih segar dan masyarakat punya kesempatan berolahraga. Hanya saja, kami berharap agar durasi waktunya bisa ditinjau kembali. Jangan sampai penutupan jalan terlalu lama dan menghambat akses ke pelabuhan maupun pasar Todoha Mapaccing yang menjadi pusat aktivitas ekonomi,”ungkapnya.
Ia menilai, jika pelaksanaan CFD bisa diatur lebih fleksibel, manfaatnya akan tetap maksimal tanpa mengganggu aktivitas perdagangan dan transportasi warga.
Bupati H. Burhanuddin memastikan bahwa pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menyiapkan pengaturan lalu lintas yang baik. Hal ini dilakukan agar kegiatan Car Free Day berjalan lancar tanpa menimbulkan hambatan berarti bagi aktivitas masyarakat lainnya.
“Masukan dari masyarakat tentu menjadi perhatian serius. Kami akan koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan aparat kepolisian agar rekayasa lalu lintas tetap mendukung mobilitas warga, terutama akses ke pasar dan pelabuhan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan berbagai kegiatan pendukung saat CFD, seperti senam massal, bazar UMKM, hingga pertunjukan seni. Dengan begitu, Car Free Day tidak hanya sekadar ruang bebas kendaraan, tetapi juga ruang ekspresi kreatif dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Kebijakan Car Free Day ini juga diharapkan menjadi simbol kebersamaan. Dengan adanya ruang bebas kendaraan, masyarakat dari berbagai kalangan bisa berkumpul, bersosialisasi, dan mempererat hubungan sosial.
“CFD ini adalah milik bersama. Mari kita jadikan sebagai momentum membangun Bombana yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan penuh semangat kebersamaan,” pungkas Bupati.
Beberapa tujuan spesifik dari Car Free Day, diantaranya:
Mengurangi Polusi Udara : Dengan membatasi penggunaan kendaraan bermotor, CFD membantu menurunkan emisi gas buang dan mengurangi polusi udara di perkotaan.
Meningkatkan Kesadaran akan Gaya Hidup Sehat : CFD mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan fisik seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam, sehingga meningkatkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat.
Menciptakan Ruang Publik yang Ramah Lingkungan : CFD memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati ruang publik tanpa kendaraan bermotor, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Membangun Kebersamaan dan Interaksi Sosial : CFD menjadi ajang berkumpul dan berinteraksi antar warga, memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas.
Mengurangi Ketergantungan pada Kendaraan Bermotor : CFD secara bertahap mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan bermotor, mendorong penggunaan transportasi alternatif yang lebih ramah lingkungan.
Dengan langkah ini, Bombana resmi bergabung dengan sejumlah daerah lain di Indonesia yang telah lebih dulu menerapkan Car Free Day sebagai upaya menciptakan lingkungan lebih sehat dan ruang publik yang lebih humanis. (tmn)