Kabaena, BeraniNews.com — Aset tambang milik PT Bumi Makmur Resources (BMR) di Pulau Kabaena kini berada dalam kondisi tanpa penjagaan dan rawan dijarah. Pemerintah Kabupaten Bombana pun bergerak cepat untuk mengamankan aset bernilai tinggi tersebut sebelum berpotensi hilang.
Kondisi ini terungkap saat Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, melakukan kunjungan kerja yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal di Pulau Kabaena, Senin (23/3/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bombana Hj Fatmawati Kasim Marewa S.Sos, Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Ketua DPRD Bombana Iskandar S.P, Kapolres Bombana AKBP Eko Sutomo, serta jajaran kepala OPD, asisten, dan staf ahli lingkup Pemkab Bombana.
Rombongan bertolak dari Kasipute menggunakan kapal feri Oputa Yi Koo dengan waktu tempuh sekitar tiga jam menuju Pulau Kabaena. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Phising sekitar pukul 13.00 WITA, rombongan langsung menuju basecamp PT BMR di Desa Mapila, Kecamatan Kabaena Utara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perusahaan tambang tersebut telah menghentikan operasionalnya dan seluruh asetnya telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bombana.
Namun di lapangan, kondisi aset menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Sejumlah alat berat, bangunan perkantoran, hingga lahan terlihat terbengkalai tanpa perawatan. Area tersebut juga tampak kosong, ditinggalkan para pekerja, serta minim pengawasan.
Situasi ini dinilai sangat rawan, karena aset berpotensi hilang akibat pencurian maupun kerusakan yang terus terjadi tanpa penanganan.
“Apa yang bisa dipindahkan segera laksanakan. Yang bisa diangkut segera pindahkan ke gudang kita di Kasipute,” perintah Bupati H. Burhanuddin kepada pejabat bidang aset yang turut dalam rombongan.
Kondisi aset yang tidak terjaga membuka peluang terjadinya kerugian daerah. Aset tambang seperti alat berat memiliki nilai ekonomi tinggi dan rentan disalahgunakan jika tidak diamankan secara cepat.
Selain itu, keterlambatan penanganan juga berpotensi menurunkan nilai aset akibat kerusakan fisik. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menghambat rencana pemanfaatan aset oleh pemerintah daerah.
Situasi ini sekaligus menyoroti pentingnya sistem pengamanan dan inventarisasi aset pasca berhentinya operasional perusahaan, agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Usai meninjau lokasi tambang, Bupati dan rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Kelurahan Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat untuk agenda kunjungan kerja dan halal bihalal.
Dalam perjalanan, Bupati juga menyempatkan diri meninjau kondisi infrastruktur dengan melihat langsung satu jembatan yang rusak serta dua jembatan baru di Desa Emokolo dan Desa Tedubara.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan aset tetap aman sekaligus memantau kondisi infrastruktur di wilayah kepulauan Bombana. (Red)
































